KASASIONLINE.COM,-- Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung (Bapenda), Gun Gun Sumaryana, mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Hingga akhir tahun, PAD Kota Bandung berhasil menembus angka lebih dari Rp3 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Menurut Gun Gun, capaian tersebut mencerminkan pulih dan bergeraknya aktivitas ekonomi di Kota Bandung, khususnya di sektor jasa dan pariwisata. Sejumlah sumber pajak utama tercatat menjadi tulang punggung penerimaan daerah, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak kendaraan bermotor.
“Di tahun 2025, realisasi PAD kita mencapai sekitar Rp3,05 triliun. Kontributor terbesarnya berasal dari PBB, BPHTB, dan pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi yang sangat besar,” ujar Gun Gun, Selasa (7/1/2026).
Event Besar Dorong Denyut Ekonomi
Gun Gun menjelaskan, lonjakan PAD tidak bisa dilepaskan dari masifnya penyelenggaraan event berskala besar di Kota Bandung sepanjang 2025. Berbagai agenda nasional dan internasional terbukti memberikan efek berantai terhadap sektor perhotelan, restoran, hiburan, hingga parkir.
Sejumlah acara besar seperti Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215, hingga perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi magnet utama pergerakan wisatawan. Pada puncak libur Nataru, okupansi hotel di kawasan pusat kota bahkan dilaporkan mencapai 100 persen, sementara di wilayah penyangga tetap berada di kisaran 60 persen.
Fenomena media sosial yang menyebut “satu Indonesia liburan ke Bandung” turut memperkuat arus kunjungan. Lonjakan wisatawan tersebut secara langsung berdampak pada peningkatan penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir.
“Pemkot Bandung memang berfokus pada penyelenggaraan event-event besar. Dampaknya sangat terasa terhadap daya tarik wisata dan perputaran ekonomi kota,” kata Gun Gun.
Pajak Restoran dan Hiburan Melonjak
Dari sisi sektoral, Bapenda mencatat pajak restoran pada 2025 mencapai Rp434 miliar, naik dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp398 miliar. Kenaikan serupa juga terjadi pada pajak hiburan, dari Rp67 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp78 miliar di 2025.
Selain sektor jasa, struktur PAD Kota Bandung semakin kuat berkat masuknya pelimpahan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari pemerintah provinsi. Pada 2025, PKB menyumbang sekitar Rp578 miliar, sementara BBNKB mencapai kurang lebih Rp199 miliar. “Dengan kontribusi dari berbagai sektor, PAD Kota Bandung menjadi lebih stabil dan tidak bergantung pada satu sumber saja,” tegasnya.
Target PAD 2026 Naik Jadi Rp3,6 Triliun
Dengan tren positif sepanjang 2025, Pemerintah Kota Bandung optimistis menjaga laju pertumbuhan PAD pada 2026. Target PAD tahun depan pun dipatok cukup ambisius, yakni Rp3,6 triliun. Bapenda menargetkan PBB dan BPHTB masing-masing sebesar Rp700 miliar, sementara kontribusi gabungan PKB dan BBNKB diproyeksikan mencapai sekitar Rp800 miliar. Di sektor pariwisata, pajak hotel ditargetkan Rp405 miliar, dan pajak restoran Rp398 miliar, seiring meningkatnya okupansi hotel serta geliat kegiatan MICE di Kota Bandung.
Terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa capaian PAD 2025 merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ia optimistis, dengan sinergi yang terus diperkuat, target PAD 2026 dapat tercapai. “Kolaborasi adalah kunci. Jika semua pihak bergerak bersama, target PAD yang telah ditetapkan insyaallah bisa direalisasikan,” ujar Farhan. Dengan modal kinerja positif di 2025, Pemkot Bandung menatap 2026 dengan optimisme. PAD yang terus meningkat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fiskal daerah sekaligus mempercepat pembangunan dan peningkatan layanan publik bagi warga Kota Bandung. ****(Red,- Louis Vicky)

.jpg)
0 Komentar