KASASIONLINE.COM | Kota Bandung,-- Proyek transportasi publik massal Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus menunjukkan perkembangan. Program yang menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi di kawasan aglomerasi Bandung Raya tersebut kini telah memasuki tahap konstruksi.
BRT Bandung Raya akan menghubungkan lima wilayah di Cekungan Bandung, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Kehadiran sistem transportasi ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih modern dan terintegrasi.
Dalam pengembangannya, proyek ini akan didukung oleh 579 unit bus, 780 titik henti atau halte, 21,7 kilometer jalur khusus (dedicated lane), 27 rute feeder sebagai pengumpan dari kawasan permukiman, serta enam depo utama, termasuk di Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang.
Daftar 18 Rute Resmi BRT Bandung Raya:
1. Cibiru – Kalapa
2. Lembang – Kalapa
3. Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago
4. Elang – Riau
5. Ciroyom – Antapani – Pajajaran
6. Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago
7. Padalarang – Alun-alun Bandung
8. Cimahi – Cicaheum
9. Ledeng – Antapani
10. Cicaheum – Kalapa (via Binong)
11. Tegalluar – Stasiun Hall
12. Soreang – Terminal Tegallega
13. Jatinangor – Cibeureum
14. Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang
15. Banjaran – Baleendah – BEC
16. Sarijadi – Antapani
17. Cicaheum – Sarijadi
18. Jatinangor – Dipatiukur (via Tol)
Tahapan Pembangunan
Saat ini, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi penataan trotoar dan jalur pedestrian, perbaikan drainase, serta penyiapan halte dan depo.
Memasuki minggu kedua September, pemerintah menargetkan dimulainya pekerjaan pengaspalan (overlay) untuk jalur khusus BRT. Selanjutnya pada Oktober, pembangunan dedicated lane atau jalur khusus bus akan dimulai.
Dengan sistem transportasi yang terintegrasi ini, masyarakat Bandung Raya diharapkan memiliki pilihan mobilitas yang lebih cepat, aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Keberadaan BRT juga diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan metropolitan Bandung Raya. ****(Red,-Redaksi)

0 Komentar